![]() |
| Ilustrasi foto Bashar Asad, Kadafi dan Sadam. Foto: istimewa. |
Oleh Surya Hamidi
Dutaislam.or.id - Ketiganya sama-sama dari militer. Dua orang sama-sama dari partai Baath (Saddam dan Bashar), namun diantara ketiganya Saddam adalah yang paling kejam thdp rakyatnya dan yang paling bodoh karena mau dihasut Amerika untuk memerangi Iran yang masih lemah didera oleh revolusi yang melelahkan. Bahkan saat itu Iran blom bersatu spt skrg karena militernya sebagian masih blom tunduk kepada pemimpin revolusi saat itu yakni Imam Khumaini. Saddam menyerang Iran dan menduduki kota terdekat ke perbatasan.
Gagal mengalahkan Iran meskipun dibantu oleh Arab dan Amerika, Saddam mengulangi lagi kebodohannya yang memakan umpan pancingan dari Amerika untuk menghabisinya supaya menginvasi Kuwait. Akhirnya Saddam dikhianati orang terdekatnya yang menunjukan lobang persembunyian Saddam yang berbentuk kuburan dan bernafas dengan selang. Kasihan.. Akhirnya mati digantung setelah ditinggalkan oleh loyalisnya. Hukuman gantung itu layak baginya yang telah membantai jutaan rakyatnya sendiri selama ia berkuasa.
Qaddafi nasibnya ga jauh dari Saddam, tapi kematian Qaddafi jauh lebih terhormat dari Saddam karena Qaddafi tdk pernah membantai rakyatnya ataupun menginvasi negara tetangganya. Qaddafi mati terhormat dalam membela bangsanya dari NATO yang memanfaatkan orang-orang tidak berakal dari rakyatnya yang diiming-imingi berdirinya Khilafah Islamiyah oleh Hizbut Tahrir dan NATO. Qaddafi gugur sbg Pahlawan bangsanya dan perusahaan raksasa Amerika langsung bercokol di Libya mengeksploitasi kekayaan minyak Libya yang setara dengan 60 persen kandungan minyak di dunia.
Bashar al-Assad belajar dari kejatuhan Qaddafi dan kebodohan Saddam. Bashar tidak mau kompromi lagi dengan segala intrik² licik Amerika untuk menjatuhkan dirinya yang berakibat dengan berdirinya pemerintahan boneka Amerika yang akan mengeksploitasi kekayaan kandungan minyak di Negaranya spt yang terjadi di Iraq dan Libya. Assad sangat tahu pola Amerika yang memanfaatkan orang-orang bodoh berjenggot untuk menciptakan kekacauan dimana-mana. Assad dengan sangat berani mengambil keputusan untuk minta bantuan Rusia seteru abadi Amerika untuk menghabisi pion² Amerika dalam mencapai tujuannya. [dutaislam.or.id/ab]





