![]() |
| Alif (kiri) saat ziarah ke Makam Sunan Nyamplungan |
Dutaislam.or.id - Nayeng, sumber berita ini, tidak tahu lebih lanjut apa yang dilakukan oleh Alif, anak umur 13 tahun asal Demak yang sudah dua tahun terakhir melanglang buana ziarah ke makam-makam keramat.
Nayeng bertemu dengan Alif saat ziarah ke Makam Sunan Nyamplungan, Karimunjawa, Jepara pada Sabtu (16/11/2018) malam. Alif mengaku sudah berada di Makam Sunan Nyamplungan sejak tiga hari lalu.
Alif menyatakan ia adalah seorang santri, "terakhir mondok di Kediri," kata Nayeng kepada Dutaislam.or.id, Ahad (17/11/2018) siang. Tapi ia tidak tahu kapan rencana pulang ke rumahnya di Demak.
Tidak ada keterangan lebih lanjut ke mana Alif akan meneruskan perjalanan ziarahnya setelah dari makam Sunan Nyamplungan. Sudah berapa makam yang dibuat tempat riyadlah olehnya, Nayeng tidak menanyakan lebih lanjut. [dutaislam.or.id/ab]
Nayeng bertemu dengan Alif saat ziarah ke Makam Sunan Nyamplungan, Karimunjawa, Jepara pada Sabtu (16/11/2018) malam. Alif mengaku sudah berada di Makam Sunan Nyamplungan sejak tiga hari lalu.
Alif menyatakan ia adalah seorang santri, "terakhir mondok di Kediri," kata Nayeng kepada Dutaislam.or.id, Ahad (17/11/2018) siang. Tapi ia tidak tahu kapan rencana pulang ke rumahnya di Demak.
Tidak ada keterangan lebih lanjut ke mana Alif akan meneruskan perjalanan ziarahnya setelah dari makam Sunan Nyamplungan. Sudah berapa makam yang dibuat tempat riyadlah olehnya, Nayeng tidak menanyakan lebih lanjut. [dutaislam.or.id/ab]
Baca: Sunan Nyamplungan, Penyebar Islam Toleran di Karimunjawa





