![]() |
| Cover Ebook Muntakhobul Ahkam. |
Dutaislam.or.id - Di tengah anggapan sebagian orang bahwa kitab fikih hanya berbicara tentang persoalan-persoalan klasik yang jauh dari kehidupan sehari-hari, kehadiran Ebook Muntakhobul Ahkam fi Masa'ilil Anam menjadi bukti bahwa hukum Islam justru hidup bersama dinamika masyarakat.
Ebook setebal 52 halaman yang disusun oleh Lajnah Bahtsul Masail MWC NU Kecamatan Tahunan, Jepara, periode 2004-2007 ini merupakan dokumentasi berharga dari hasil musyawarah para kiai dan pegiat keilmuan pesantren dalam menjawab berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Meski sederhana, kandungan yang terdapat di dalamnya memperlihatkan betapa tradisi intelektual Nahdlatul Ulama tetap bergerak dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Dalam ebook ini ada 27 ragam persoalan yang dibahas. Pembaca akan menemukan pembahasan tentang Al-Qur'an dalam memori telepon genggam, hukum memegang terjemahan Al-Qur'an ketika berhadas, hingga persoalan unik seperti menulis ayat Al-Qur'an dengan kaki dan status tinta cumi-cumi.
![]() |
| Daftar isi Ebook Muntakhobul Ahkam. |
Persoalan Al-Qur'an dalam telepon genggam, misalnya, menjadi salah satu contoh bagaimana ulama berusaha memahami fenomena baru dengan tetap berpijak pada kaidah-kaidah klasik yang telah diwariskan para imam mazhab. Hal yang sama tampak dalam pembahasan konsumsi undur-undur untuk pengobatan dan hukum operasi caesar maupun operasi penambalan.
Selain masalah individual, ebook ini juga memberikan perhatian terhadap persoalan sosial dan kemasyarakatan. Pembahasan tentang menebang pohon di area kuburan umum, menemukan tulang saat menggali kubur, serta kebiasaan berkabung selama empat puluh hari menunjukkan bahwa tradisi masyarakat tidak serta merta diterima atau ditolak, melainkan ditimbang berdasarkan dalil dan kemaslahatan. Bahkan perkara seperti meletakkan kerikil fida' di kuburan pun mendapatkan tempat dalam pembahasan.
Persoalan zakat dan pengelolaan harta umat menjadi tema lain yang mendapat perhatian serius. Bolehkah panitia menjual beras zakat, apakah zakat dapat diberikan kepada kiai atau guru ngaji, dan apakah panitia pembangunan masjid boleh meminta zakat, semuanya dibahas secara khusus.
Pembahasan seputar keluarga dan pernikahan juga menjadi bagian penting dalam buku ini. Mulai dari pengantin yang mengaku tidak mempunyai wali nikah padahal masih ada, kekeliruan dalam penyebutan mahar, nasab anak hasil zina, hingga persoalan talak yang diucapkan kepada mertua.
Tidak kalah menarik adalah pembahasan mengenai tema-tema yang menyentuh relasi agama dengan kehidupan modern dan pluralitas masyarakat. Persoalan berdakwah sambil berdendang serta hukum seorang muslim mengucapkan selamat Natal merupakan isu yang hingga kini masih sering menjadi bahan perdebatan.
Download: Ebook Muntakhobul Ahkam
Bahwa masalah-masalah tersebut telah dibahas oleh para ulama di tingkat kecamatan sejak awal tahun 2000-an menunjukkan betapa tradisi Bahtsul Masail memiliki pandangan yang jauh ke depan. Mereka tidak menunggu persoalan menjadi gaduh di media sosial, tetapi lebih dahulu menghadirkannya ke meja musyawarah untuk dicari jalan keluarnya secara ilmiah dan bijaksana.
Muntakhobul Ahkam fi Masa'ilil Anam bukan sekadar kumpulan fatwa, melainkan cermin hidup dari tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama yang berpijak pada kitab kuning dan berorientasi pada kebutuhan umat.
Untuk mendownloadnya gratis, silakan ke situs Lynkid dengan link: DI SINI. Sertakan dulu ADD ON produk lain untuk bisa mendownloadnya yah. Semoga bermanfaat. [dutaislam.or.id/ab]






