Mantan aktivis HTI 2003-2015, Ustadz Prayito Prakas sedang menyampaikan materi di PP. Sunan al-Anbiya Cibelok Pemalang (sumber: PAC IPNU-IPPNU Taman) |
Dutaislam.or.id - Di era informasi, penyebaran ideologi transnasional menemukan habitat baru. Lewat media sosial, narasi tentang paham radikalisme bertebaran di dunia maya.
Salah satu pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Taman, Pemalang, Rekan Iskandar melihat, penyebaran konten radikalisme di media sosial sangat masif. Sasarannya jelas adalah generasi milenial. Pasalnya, generasi milenial sangat akrab dengan gedget dan media sosial.
Atas dasar itu, kata Iskandar, pengurus PAC IPNU-IPPNU Taman, Pemalang, menyelenggarakan seminar dengan tema "Milenial Cerdas Menangkal Radikalisme, Jumat (31/05) di Pondok Pesantren Sunan al-Anbiya Cibelok Pemalang.
Ia berharap seminar ini mampu membekali generasi milenial dalam mendeteksi pola-pola penyebaran radikalisme di dunia maya. Sehingga, mereka tidak terpengaruh dengan adanya konten-konten radikalisme tersebut.
"Dengan bekal pengetahuan tentang radikalisme, peserta seminar diharapkan tidak terjerumus pada radikalisme. Bahkan, mereka mampu melakukan counter narasi dengan menyebarkan narasi Islam damai di media sosial," terang Iskandar saat dihubungi dutaislam.or.id via WhatsApp, Jumat (31/05).
Seminar yang bertempat di Pondok Pesantren Sunan al-Anbiya Cibelok Pemalang ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Tegal. Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut mantan eks aktivis HTI, Prayito Prakas dari Kota Tegal. [dutaislam.or.id/in]
Salah satu pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Taman, Pemalang, Rekan Iskandar melihat, penyebaran konten radikalisme di media sosial sangat masif. Sasarannya jelas adalah generasi milenial. Pasalnya, generasi milenial sangat akrab dengan gedget dan media sosial.
Atas dasar itu, kata Iskandar, pengurus PAC IPNU-IPPNU Taman, Pemalang, menyelenggarakan seminar dengan tema "Milenial Cerdas Menangkal Radikalisme, Jumat (31/05) di Pondok Pesantren Sunan al-Anbiya Cibelok Pemalang.
Ia berharap seminar ini mampu membekali generasi milenial dalam mendeteksi pola-pola penyebaran radikalisme di dunia maya. Sehingga, mereka tidak terpengaruh dengan adanya konten-konten radikalisme tersebut.
"Dengan bekal pengetahuan tentang radikalisme, peserta seminar diharapkan tidak terjerumus pada radikalisme. Bahkan, mereka mampu melakukan counter narasi dengan menyebarkan narasi Islam damai di media sosial," terang Iskandar saat dihubungi dutaislam.or.id via WhatsApp, Jumat (31/05).
Seminar yang bertempat di Pondok Pesantren Sunan al-Anbiya Cibelok Pemalang ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Tegal. Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut mantan eks aktivis HTI, Prayito Prakas dari Kota Tegal. [dutaislam.or.id/in]